Rabu, 09 Oktober 2013

Teori Organisasi UMUM

Assalam’mualaikum. Warahmatullahi. Wabarakatu

                Malam ini saya akan mencoba menjawab, menjelaskan, atau menjabarkan beberapa pertanyaan yang memang menjadi tugas kampus saya.
                Baiklah… pertanyaannya adalah :
1.            Jelaskan konsep teori x dan y.?
2.            Apa yang dimaksud dengan teori manajemen ilmiah.?
3.            Coba jelaskan tentang teori matinya birokrasi.?
================================================

Baiklah saya akan menjawabnya…
1.      Jelaskan konsep teori x dan y.?
                *             Jawaban
                                Teori x dan y  adalah teori yang menyatakan tentang perilaku. Teori ini dikemukakan oleh Douglas McGregor.
                                Douglas McGregor adalah seorang profesor pengurusan di MIT Sloan school Manajemen dan president Kolej Antioch dari 1948 hingga 1954. Douglas McGregor lahir pada tahun 1906-1964. Douglas McGregor menerbitkan sebuah buku yang berjudul The Human side of Enterprise pada tahun 1960 mempunyai pengaruh yang mendalam dalam amalan pendidikan. Dalam dia mengemukakan teori X dan Y.
                                Teori perilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa satu perilaku dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Di mana para manajer atau pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai atau karyawan yaitu teori x atau teori y.

                -              Teori X
                Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhuk pemalas yang tidak suka bekerja dan sering menghindari sesanggup mungkin dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerjaan memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahan.
                -              Teori Y
                Teori ini memiliki anggapan berbalik dengan teori x. Teori ini menyatakan anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-harinya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam serta ketat karena memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai dengan tujuan perusahan. Pekerja mempunyai kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam kerja.

2.      Apa yang dimaksud dengan teori Manajemen ilmiah.?

                Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, pertama kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah “penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.” Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirnya teori manajemen modern.
                Frederick Winslow Taylor (lahir 20 Maret 1856 – meninggal 21 Maret 1915 pada umur 59 tahun) adalah seorang insinyur mekanik asal Amerika Serikat yang terkenal atas usahanya meningkatkan efesiensi industri. Ia dikenal sebagai "bapak manajemen ilmiah" dan merupakan pemimpin intelektual dari Gerakan Efesiensi.
                Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama, nyaris tak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya. Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah “teknik paling baik” dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.

                Berdasarkan pengalamannya itu, Taylor membuat sebuah pedoman yang jelas tentang cara meningkatkan efesiensi produksi. Pedoman tersebut adalah:

1.        Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang, yang akan menggantikan metode lama yang bersifat untung-untungan.

2.        Secara ilmiah, pilihlah dan kemudian latihlah, ajarilah, atau kembangkanlah pekerja tersebut.

3.      Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untu menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang telah dikembangkan tadi.

4.     Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya daripada bagi para pekerja.

                Pedoman ini mengubah drastis pola pikir manajemen ketika itu. Jika sebelumnya pekerja memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka, Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan pekerjaan dan melatihnya. Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja, terutama bagian perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan. Hal ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya di mana pekerjalah yang melakukan tugas tersebut.

                Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keduanya tertarik dengan ide Taylor setelah mendengarkan ceramahnya pada sebuah pertemuan profesional. Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan mikronometer yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini, untuk kemudian dihilangkan. Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mencari, menggenggam, memegang) yang mereka sebut Therbligs (dari nama keluarga mereka, Gilbreth, yang dieja terbalik dengan huruf th tetap). Skema tersebut memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisis cara yang lebih tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.

                Skema itu mereka dapatkan dari pengamatan mereka terhadap cara penyusunan batu bata. Sebelumnya, Frank yang bekerja sebagai kontraktor bangunan menemukan bahwa seorang pekerja melakukan 18 gerakan untuk memasang batu bata untuk eksterior dan 18 gerakan juga untuk interior. Melalui penelitian, ia menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak perlu sehingga gerakan yang diperlukan untuk memasang batu bata eksterior berkurang dari 18 gerakan menjadi 5 gerakan. Sementara untuk batu bata interior, ia mengurangi secara drastis dari 18 gerakan hingga menjadi 2 gerakan saja. Dengan menggunakan teknik-teknik Gilbreth, tukang baku dapat lebih produktif dan berkurang kelelahannya di penghujung hari.

3.      Coba jelaskan tentang teori matinya birokrasi.?

                Teori ini dikemukakan oleh Warren Bennis menyatakan bahwa bentuk organisasi yang ideal adalah Adhocracy yang fleksibel. “Jenis organisasi yang beroperasi dalam mode berlawanan dengan birokrasi disebut sebagai Adhocracy”. Istilah ini pertama kali dipopulerkan pada tahun 1970 oleh Alvin Toffler dan sejak saat itu menjadi sering digunakan dalam Teori Manajemen Organisasi, selanjutnya dikembangkan oleh akademisi seperti Henry Mintzberg.

Sumber :
                                Berasal dari memperhatikan dosen menjelaskan.

                                Mendownload materi kuliah “Manajemen dan SIM”
                                staffsite.gunadarma.ac.id

                                Dan, sedikit menambahkan garis-garis pokok seperti tahun dan lain-lain di
                                id.wikipedia.org


0 komentar :