This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 15 Mei 2013

Binggung mencari apa yang dicari.?

Kejadian ini terjadi lagi... Sialnya ini bukan yang kedua bagiku, ini udah yang kesekian kalinya.

Awal aku duduk di bangku SMA aku bercita-cita akan melanjutkan kuliah di Daerah Bandung ITB, Depok UI, dan Makassar UNHAS.

Aku sudah berada di tempat yang ku inginkan walaupun bukan di Universitas yang aku dambakan, tapi setidaknya daerah Depok sudah bisa menghibur dan membuatku senang.  Naasnya aku nggak bisa senang dan gembira telah menginjakkan kaki ku di Depok. Kadang aku berfikir semua ini karena tingkahku yang kekanak-kanakkan dan tak bisa mengontrol hawa napsuku.

Pemikiran pendek yang menjadi kendala bagiku... Apa yang terlintas dalam fikiranku langsung ku lakukan, tanpa memikirkan baik dan buruk kedapannya. Atau ada benarnya kata temanku yang saat ini calon sarjana psikologi "Kamu lagi mencari jati dirimu" -kata temanku. Tapi aku berfikir lagi bukankah pencarian jatih diri itu di zaman SMA.???

Aku menjadi binggung menjawab semua kesalahan yang aku lakukan sendiri. Aku bagaikan berjalan di tengah kegelapan yang akupun sendiri nggak tau mau kemana.? Apa ini yang di maksud oleh B.J Habibie dalam novelnya "Hidup kita bagaikan masuk diterowongan yang gelap, tak ada cahaya... tapi walaupun gelap semua terowongan pasti ada ujungnya".

Sekarang aku mencari ujung dari terewongan hidupku, dan berharap di ujung terowongan ku bisa mendapatkan apa yang kucari. Aku juga binggung akan mendapatkan apa di ujung terowongan, karena aku nggak mencari apa-apa sebelum masuk ke terowongan hidupku.

Aneh memang ketika jawaban menghampiri, kita menanggap itulah jawaban yang kita cari... padahal kalau mau di timbang-timbang itu hanyalah jawaban semu, sebelum datang jawaban nyata.

Selasa, 14 Mei 2013

Pendidikan Kewarganegaraan

Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila

* Landasan Pendidikan Pancasila

    Landasan Historis
-         Bangsa Indonesia sebagai kuasa materialis Pancasila yang tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai Pancasila.

    Landasan Kultural
-       Mendasarkan pandangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang terkandung dalam sila Pancasila.

    Landasan Yuridis
-        UU No. 2 Tahun 1989 -> Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39 : bahwa isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.
-        SK Menteri Pendidikan Nasional RI No. 232/U/2000 -> Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, pasal 10 ayat (1).
-        Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) bertujuan menguasai kemampuan berpikir, bersikap rasional dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual.

    Landasan Filosofis
-        Pancasila adalah sebagai dasar filsafat negara dan pandangan filosofis bangsa Indonesia -> dalam bermasyarakat dan bernegara berdasarkan nilai Pancasila.
-        Pancasila merupakan sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan, baik dalam pembangunan Nasional, Ekonomi, Politik, Hukum, Sosial Budaya maupun Pertahanan dan Keamanan


*    Tujuan Pendidikan Pancasila

    Tujuan Pendidikan Nasional :
        Landasan konseptual filosofi pendidikan yang membebaskan dan mampu menyiapkan generasi masa depan untuk bisa bertahan hidup (survive) dan berhasil menghadapi tantangan-tantangan zamannya.
        Mendampingi dan mengantar peserta didik kepada kemandirian, kedewasaan, kecerdasan, agar menjadi manusia profesional (artinya memiliki keterampilan (skill), komitmen pada nilai-nilai dan semangat dasar pengabdian/pengorbanan) yang beriman dan bertanggung jawab akan kesejahteraan dan kemakmuran warga masyarakat, nusa dan bangsa Indonesia.
    Tujuan Pendidikan diartikan sebagai perangkat tindakan intelektual penuh tanggung jawab yang berorientasi pada kompetensi mahasiswa pada bidang profesi masing-masing.
    Pendidikan Pancasila bertujuan agar :
        Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nurani.
        Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya.
        Mengenali perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
        Memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan.


*     Pengertian Pancasila

    Secara Etimologis
        Berasal dari bahasa Sansekerta dari India. Panca : lima, syila : batu sendi/alas/dasar, syiila :peraturan tingkah laku yang baik. Dalam Bahasa Indonesia -> "susila" yang memiliki hubungan dengan moralitas.
        Pancasila dimaksud yaitu memiliki makna leksikal "berbatu sendi lima" -> dasar yang memiliki lima unsur bermakna lima aturan tingkah laku yang penting.
    Secara Historis
        Proses perumusan Pancasila
    Secara Terminologis
        Rumusan Pancasila yang sah dan benar secara konstitusional.

Jumat, 10 Mei 2013

Kenangan awal kuliah.

Suka tertawa sendiri begitu mengingat awal bertemu dengan kawan-kawan di kampus, kata-kata mulai mengalir seperti air yang tak terbendungkan. Awal terbentuknya orgnisasi Anak Mando Depok (AMD).

Tapi kayaknya itu hanyalah khayaln malam ini, secara aku dalam keadaan tak sadarkan diri dipengaruhi oleh alkuhol yang ku tenggak sebanyak 6 kaleng.

Yang paling berkesan ketika aku ketemu dengan yang namanya Brian Wild, ketemunya dijalan... aku bagaikan orang bego yang tersesat dikota besar dan ketemu sang penolong... ekh tau-taunya dia juga satu kelas sama ku.

Membicarakan kejadian dulu memang enak, karena kejadian dulu adalah moment yang ketika diceritakan walaupun pahit rasanya tapi bisa bikin tertawa sendiri. Semua itu hanya masa lalu yang takkan terjadi lagi dimasa kini.

Kebinggungan mencari jawaban dengan sikap kawan-kawan. Apa aku memang pantas mendapatkan ini semua.? Siapa lagi yang pengen delete friend's, siapa lagi yang pengen mengatakan jika kata-kataku berat dan tak mampu diterima dengan logika.???


SIAPA.???? SIAPA...????? SIAPA.???? SIAPA.??? TUNJUKAN DIRIMU.??? Siapa.??

Kelanjutan - Dear Deary 11-Mey-2013

Ya...Allah, mungkin aku tak pantas menyebut nama-Mu disaatku yang lagi mabuk malam ini. Tapi sumpah aku lagi down banget memikirkan yang tejadi begitu cepat. Aku hanya bisa berkoar di Dunia maya karena aku...karena aku...aku sudah tak tau lagi berkoar kepada siapa.

Aku telah mencoba berbagai saran dari buku psikologi. Mulai dari coba menghilang dari kehidupan orang-orang yang pernah dekat denganku, tapi apa yang ku dapat...?? Aku benaran kehilangan orang yang dekat dengan ku.

Aku sudah mencoba saran yang lain contohnya "Jika ada masalah, jangan dipendam... kalau bisa diteriakkan, kalau bisa coba bicara walau hanya sendiri, kalau bisa keluarkan semua kekesalanku melalui tulisan di Jejaring sosial", tapi apa yang ku dapat...??? Malah aku yang dibenci oleh orang-orang karen memenuhi TL mereka.

Hanya satu yang belum ku coba, yaitu hipnotis. Dan sampai sekarang aku mencari orang yang bisa melakukan Hipnoterapi, tuk bisa memasukkan sugesti-sugesti postif dalam diri.

Aku sudah mencoba untuk berkata bijak agar hidupku bisa bijak, tapi apa yang ku dapat..?? Aku dikatakan sok bijak, tapi tingkah nggak bijak. Apalagi yang harus ku coba. Ya Allah.???

Malam ini begitu sakit ya Allah. Melebihi sakit luka yang ku gores ditanganku. Cukup sudah ku dikucilkan pada Zaman SMA. Cukup sudah ku remehkan oleh abang sepupu ku. Aku pengen berubah, tapi kok begitu susahnya tuk bisa berubah.

Pahit yang ku telan malam ini, melebihi pahit air rendaman singkong... sampai-sampai aku minum sudah lebih dari 6 kaleng. Hahahhahahah, tertawa sambil menangis itu sungguh menyakitkan... dan inilah yang ku rasa.

Ya Allah... Aku sadar aku tak pantas memohon kepadamu dalam keadaanku yang seperti ini,,, tapi pada siapa lagi tempatku mengaduh sakit yang ku alami.???
Setan mana yang bisa membantuku melewati hari-hari.???
Jin mana yang bisa menahan sakit ini,???
Binatang mana yang bisa hidup tanpa kawan disisi.???

Cuma satu harapanku Ya Allah..
Setelah ku tidur nanti.
ku harap semua masalahku bisa selesai seiring mentari terbit dipagi hari.
Inilah do'a ku diantara sadar dan mabuk.


Tiba-tiba satu kalimat yang terkutip dari buku yang sempat aku baca.
"Jika kamu capek, kamu boleh marah, kamu boleh teriak, kamu boleh berbuat apa saja demi membuat kemarahanmu redah... tapi satu hal yang nggak bisa kamu lakukan yaitu menyerah, karena menyerah berarti KALAH".

Dear Deary 11-Mey-2013

Malam ini banyak kejadian yang menerpah diriku, mulai dibenci sama teman-teman, sampai di omelin sama rekan-rekan organisasi.

Ya...Allah apa yang harus ku perbuat.??? Saat ini ku hanya bisa menghelah nafas panjang dan menelan semua kepahitan ini. Memang aku sadar, kalau diriku adalah orang yang tipenya nggak bisa berkomitmen lama... Tapi apa ini hukumannya.???? Apa salah jika aku terus berkoar-koar di Jejaring sosial.??? Apa salah aku harus mengumbar-ngumbar rasa ingin membantu sesama..??? Atau ini yang dimaksud dengan "Hal kebaikan belum tentu akan mulus jalannya.??"

Ya...Allah cobaan apa lagi ini.??? Emosi yang tak terkontrol, lagi-lagi menghancurkan semua yang ku bangun dari awal. Kenapa begitu susah mengatur Emosi.?? Kenapa..???

Lagi dan lagi aku harus menjadi orang terkucil di lingkungan hidupku... nggak di SMA nggak di kuliah, aku tetap menjadi orang yang terkucil. Ada apa dengan hidupku.??? Apa karena aku nggak sanggup menerima orang yang Engkau kirim dalam kehidupanku untuk mendewasakanku.??? Ataukah memang aku berjiwa kanak-kanak yang nggak bisa bergaul secara dewasa karena umurku yang masih dibawah dari teman-temanku.???

Ada apa sebenarnya dengan masa laluku. Ya...Allah.??? Karma apa yang diperbuat oleh saudara-saudara atau orang tua ku sampai aku harus menerima semua ini.???

Ya...Allah seandainya orang tuaku atau saudara-saudaraku pernah berbuat zolim pada orang lain, maka maafkanlah mereka. Jangan hukum meraka melalui anak atau saudaranya yang lain.

Ya...Allah malam ini begitu sakit bagiku, malam ini bisa membuat titik balik dari semua sikap-sikapku. Tapi apa salah aku tinggalkan kuliah demi membantu teman-teman yang lain..??? apa salah.??? Lagipulakan sama-sama menabung buat hari akhir.!!!

Tolong Jawab pertanyaanku ini Ya Allah.

Memang aku sadar, bahwa aku bukan orang yang mudah dalam berkomitmen. Tapi selama aku berteman dengan orang-orang yang sehati denganku,,,, aku rasa nggak ada masalah. Apa ini datangnya dari mereka yang nggak bisa menerimaku.???

Serba binggung.... Benar-benar binggung dengan kejadian malam ini.

Kamis, 09 Mei 2013

Membantu Anak Untuk Bisa Menemukan Kepribadiannya

Sebelum massa remaja tiba, anak harus mengalami massa puber terlebih dahulu. Pada saat massa puber inilah anak-anak bertanya dalam hati mereka, "Siapa sih saya sebenarnya.?". Jika anak sudah mulai bertanya siapa diri mereka, maka sudah waktunya kita sebagai orang tua harus mulai mengawasi mereka... Dalam arti mengawasi bukan menakan, bebas tapi terawasi.

Saat anak sudah mulai bertanya siapa diri mereka, adalah waktu dimana anak-anak mulai mencari kepribadian dan jati diri mereka. Biasanya hanya sebagian kecil anak yang mencoba mencari kepribadian mereka dimassa puber, kebanyakan anak mencari kepribadian mereka di usia remaja.

Anak-anak akan mencoba berbagai hal sampai mereka menemukan "Inilah saya yang sebenarnya". Tapi tidaklah gampang untuk menemukan kepribadian itu, butuh waktu dan butuh perjalanan panjang yang banyak rintangan.

Orang tua tidak usah kawatir masalah ini, yang penting orang tua harus mengontrol pergaulan anak. Untuk mendapatkan kepribadian, mereka biasanya memerlukan teman untuk membantu mereka menemukan kepribadian yang mereka cari. Jadi kita sebagai orang tua jadilah teman untuk bisa membantu anak-anak kita menemukan apa yang mereka cari.

Usahakan jangan sampai orang tua berantem di depan anak apalagi sampai cerai dengan pasangan kita, karena dengan orang tua berantem akan mempengaruhi anak untuk menemukan jati diri mereka.

Jadilah orang tua yang bisa menjadi teman untuk anak kita. Agar supaya anak kita bisa saling terbuka terhadap masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Jika orang tua berprinsip "Tiap anak salah harus  dicambuk, harus kenak hukuman" maka jangan harap kalau anak kita akan terbuka dalam masalah yang dihadapinya.

Jumat, 26 April 2013

Ulang Tahunku 19 Tahun

Dear Deary....

Hari ini gue senang sekali karena mungkin hari ini membuat usia gue genap 19 Tahun. Hari ini gue senang sekaligus sedih juga karena ini kali pertama gue ngerayain ulang tahun tanpa ada Ibu, Bapak dan saudara... Tapi nggak apalah lagi pulakan gue udah 19 tahun udah bisa dikatakan lepas dari tanggung jawab dari orang tua... nggak mungkinkan kita harus setiap waktu berlindung di ketiak mama. hehehhe

Gue nggak tahu surprise apalagi yang bakalan terjadi nanti... Yah,, terus terang aja gue nggak mengharap banyak dari kawan-kawan sih. Lagipula to mereka juga sama dengan gue anak perantau, atau bisa dibilang anak seberang.

Sebenarnya gue lahir pukul 04.25 Wita 19 tahun silam....


Pada saat ini gue berdoa...

Ya Allah... Tuhan semesta alam, aku menyeruhkan namamu pada pagi hari ini, menyambut usia ke-19 tahun
Ya Allah... Apapun yang bakalan terjadi dalam hidupku sekarang dan kedepannya, aku tahu itu semua pasti telah kau ukir sebaik mungkin khusus untuk ku...
Ya Allah... Diusiaku tak kanak-kanak lagi, aku memohon untuk Engkau bukakan sifat kedewasaan untukku, dan berikanlah aku kepahaman tentang arti kedewasaan itu.
Ya Allah.... Seandainya aku punya banyak kesalahan yang aku lakukan baik disengaja ataupun tanpa disengaja, aku mohon dengan serendah hatiku. Ya Allah... tolong ampuni dosa ku.
Ya Allah... dipagi ini aku memuja-Mu, dan biarkan ku terus memuja-Mu sampai aku mati nanti.
Ya Allah... tetanpkanlah Imanku hanya kepada-Mu, jangan Engkau gonjangkan imanku sedikitpun... agar supaya imanku terus bertahan hanya kepada-Mu
Ya Allah... aku sadar telah meminta banyak hal kepada-Mu pagi ini, dan aku sadar permintaanku tak sebanding dengan kewajibanku yang telah aku penuhi.
Ya Allah... aku tak pandai do'a ya Allah...
Ya Allah... apa yang diminta oleh nabi dan Rasul-Mu itu yang aku minta ya Allah..
Wahai Zat yang mengusai seluruh jiwa dan ragaku,,, aku tahu Engkau pasti maha tau apa yang dibutuhkan oelh jiwaku saat ini.
Wahai zat yang maha sempurna, sempurnkanlah iman dan akhlakku diusia ku saat ini
Ya Allah... Ya Rahman... Ya Rahhim.... mohon kabulkanlah do'a ku pagi ini... aamiin

Kamis, 25 April 2013

Alzheimer


                  Yang membuat saya termotivasi untuk mengangkat tema Alzhaimer karena saya sering dan bahkan suka menonton film, dan ada beberapa film yang mengangkat cerita berasal dari syndrome ini film itu berupa "A Moment to Remember" atau “50 First Date” atau “Love” film indo, dan juga “Maha Cinta-Sisa kenangan yang terindah”. Dan sebelum saya menulis ini, tentunya saya harus mengetahui banyak dong masalah syndrome Alzhaimer… akhirnya saya browsing dan sempat membaca artikel yang mirip mungkin dalam hal yang membuat dia bersemangat untuk mengangkat tema Alzhaimer kedalam artikelnya,, faktor yang membuat selah satu admin blog yang sempat saya baca itu juga sama dengan faktor penyebab mengapa saya mengangkat tema ini dalam artikel saya. Blog itu adalah Si Kacamata

                  Mungkin banyak orang yang tidak mengenal syndrome Alzheimer.? Apalagi dikalangan anak mudah pasti banyak yang tidak mengetahui syndrome ini. Mungkin kalangan orang tua yang bisa dibilang mengetahui atau sekedar mengenal syndrome ini. Soalnya syndrome ini sering banget dialami oleh orang tua usia 65 tahun keatas. Tidak menutup kemungkinan syndrome ini juga menimpah remaja.

                  Alzheimer bukan penyakit yang menular, melainkan merupakan sejenis syndrome dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.

                  Alzheimer dimulai perlahan-lahan. Pada awalnya, gejala mungkin hanya kelupaan ringan. Orang-orang di tahap awal syndrome Alzheimer mungkin kesulitan mengingat kejadian terakhir, kegiatan, atau nama-nama orang akrab atau hal. Syndrome ini membuat si penderita  pelupa akan hal-hal kecil seperti nama, tanggal, dan orang-orang yang dia kenal atau keluarga, dan hal yang paling parah adalah si penderita akan lupa terhadap siapa dirinya, terus si penderita tidak bisa mengontrol jika kantung kemihnya sudah penuh maka dia akan kencing sembarangan.

                  Menurut yang saya baca pada saat browsing syndrome ini belum bisa disembuhkan walau dengan obat herbal sekalipun, syndrome ini hanya bisa diperlambat pertumbuhannya. 


referensi : 
Wikipedia (Klik aja bisa langsung masuk kedalam artikel)
- Psikologizone (Klik aja bisa langsung masuk kedalam artikel)
- News-medical (klik aja bisa langsung masuk kedalam artikel)
- Prana Indonesia (klik aja bisa langsung masuk kedalam artikel)

Rabu, 24 April 2013

Pada Dasarnya Manusia Pengen di Dengar

Pada dasarnya manusia itu sama, memiliki rasa ingin didengar dan dimengerti. Banyak manusia yang kebingunggan mencari teman yang tepat untuk sekedar menjadi tempat curhatannya mungkin. Tapi banyak juga yang dengan mudah cepat mempercayai manusia yang lain untuk menjadi teman curhatnya, dan ada juga yang mempercayai dunia maya sebagai tempat untuk mengeluarkan segala unek-uneknya, kekesalan dan emosinya.

Kita tidak usah heran kalau status-status di jejaring sosial itu penuh dengan keluhan, penuh dengan cacian dan makian... Ini semua membuktikan jika manusia itu nggak bisa hidup tanpa orang lain.

Faktor yang membuat manusia pengen atau ingin didengar adalah :

1.         Mungkin manusia itu merasa asing diduniannya sendiri, terkucilkan, dan tak punya teman.
2.         Mungkin dia sudah mencoba curhat kepada manusia yang lain, tapi rahasianya malah terbongkar dan dia merasa kalau manusia yang lain tidak dapat dipercaya.
3.         Terlalu banyak beban pikiran yang ditampung dalam pikirannya, sehingga-hingga jiwanya bergejolak pengen mengeluarkan emosinya seketika.

Tiga faktor inilah yang menurut saya sangat-sangat mempengaruhi manusia untuk terus membuka diri di dunia maya, dan saya sangat heran jika ada yang mengatakan jika status-status keluhan yang terdapat dijejaring sosial itu berbauh “Alay”.

Saya mau tanya… jejaring sosial itu dibuat untuk apa.?  Begini deh lebih kongkritnya contoh jejaring sosial misalnya twitter.  Lambang twitter adalah burung, dan sifat burung adalah berkicau setiap saat. Misalnya burung itu kita letakkan didepan rumah, jika ada orang yang datang pasti dia akan berkicau… dan menurut saya wajar jika orang berkicau bagaikan burung, karena dasarnya emang orang pengen didengar dan dimengerti.


Selasa, 23 April 2013

Jakarta

Jakarta… kota besar di Indonesia, bisa dibilang seluruh rakyat Indonesia bercita-cita bisa mengunjunginya. Jakarta yang terus dieluh-eluhkan oleh rakyat, yang katanya tempat berdiamnya pemimpin negara dan Dewan Perwakilan Rakyat, serta tempat pacara pencari nafkah.

Bicara soal Jakarta tidak akan sempurna jika kita tidak membahas masalah kehidupan kotanya. Jakarta ini bahkalan indah jika dilihat pada malam hari. Hidup di Jakarta nggak semudah apa yang dipikiran kita… hidup di Jakarta harus punya prinsip kuat, dan bahkan orang yang berprinsip kuat saya sarankan untuk mencoba hidup di Jakarta dengan tanpa adanya harta atau bisa dibilang hidup berkecukupan.

Walaupun orang yang berprinsip pasti akan tergiur ketika perut sudah minta untuk diisi… orang dimana yang relah mati kelaparan ditengah kota, orang dimana yang mau kehausan ditengah keramaian, orang dimana yang relah hidup tanpa pergaulan. 3 aspek inilah yang bisa menguji sampai dimana kekokohan prinsip yang kita pegang.
Saya sudah hampir setahun di Jakarta, hidup sebatang kara bagaikan pohon ditengah samudra… terobang-ambing dibawah ombak, tak bisa ditebak arahnya akan kemana… apakah akan membusuk ditengah lautan ataukan akan terdampar kembali didaratan, tapi jika daratannya tidak dikenal buat apa harus terdampar.? Inilah konsekuensi yang harus dihadapi oleh banyak orang termasuk saya sendiri.

3 aspek yang saya sebutkan diatas akan terus mencoba merobohkan pohon prinsip yang sudah kita pupuk dari sebelum kita berangkat ke Jakarta, dan kebanyakan cobaan itu akan datang jika uang saku kita habis sebelum bulan berakhir… cobaan itu bisanya berupah ajakan dari teman-teman, lingkungan ataupun perut yang sudah merontah-rontah pengen makan… saya pernah diajak teman untuk mencoba menjual obat-obatan, saya pernah diajak teman untuk membantu kakaknya menjual wanita umur belasan tahun atau sekedar menemaninya sampai dihotel dan menunggunya sampai selesai melayani si hidung belang.

Orang sederhana hidup di Jakarta… bisa hidup sih, tapi saya berani taruhan nyawa… jika kalian bisa bertahan sejauh mana, tanpa berfikir ajakan teman.

Saya punya cerita dan cerita ini beneran fakta yang saya jumpai dilapangan :
Teman seorang wanita yang terlambat akan kiriman uang bulanannya sempai 2 minggu, dan wanita ini katakan saja winda telah terbelit hutang pada teman kuliahnya yang dia pinjam 2 minggu lalu untuk membayar biaya kontrakan. Sampai pada suatu hari si temannya menagi hutang pada winda, dan winda pada saat itu nggak punya uang untuk makan saja susah… karena terdesak akan biaya hidup, akhirnya dia menjual keperawanannya hanya dengan harga 5 jutah rupiah. Cerita ini tidak mengadah-ngada winda ini adalah orang Manado, yang mencoba kuliah di univ.Indonesia… karena berawal dari jual diri akhirnya dia merasa nikmat dan gampang mencari uang tanpa mengharapkan lagi kiriman uang dari orang tuanya dikampung halaman, dan sekarang dia juga menjadi wanita simpanan Om-om.

Inilah sedikit cerita dari 1001 cerita yang saya dapatkan dikota Jakarta. Buat yang punya prinsip kuat, bisa mencobanya dikota Jakarta… tapi ingat kalau kalian anak orang kaya, cobalah untuk menjadi sederhana di Jakarta, niscaya kalian akan merasakan bagaimana susahnya hidup di Jakarta.