This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 08 November 2012

Aku Adalah Pengecut

AKU ADALAH PENGECUT, YANG HANYA BERANI DARI STATUS
MENYINDIR SECARA HALUS
SEMBARI MENGUNGKAPKAN PERASAANKU YANG TULUS

AKU ADALAH PENGECUT, YANG HANYA MENGURUNG DIRI SENDIRI
TIADA BERANI UNTUK UNGKAPKAN CINTA INI
CINTA YANG TERPENDAM DI LUBUK HATI

AKU ADALAH PENGECUT, YANG TERUS MENANGIS
SAMBIL MENGEMIS
MENGEMIS CINTA YANG MANIS

Badan Semakin Habis

Badan semakin habis
Hannya ku habiskan untuk memkirkan seorang gadis
Gadis yang Manis 

Badan semakin habis
Hanya ku habiskan untuk mencintai seorang Gadis
Gadis yang mengajarkan ku tentang romantis

Badan semakin habis
Hanya ku habiskan untuk melihat paras cantik Seorang Gadis
Cintaku padamu Seindah Kota Paris

Cintailah Dia tanpa Alasan


Bagiamana jika kita mencintai seseorang dengan benar-benar cinta, terus kita mengetahui kalau dia mengidap penyakit yang paling kita benci.?
Apakah cinta akan di kalahkan oleh rasa benci.?

Pertanyaan yang sungguh susah di jawab, akan tetapi jikalau kita mencintai seseorang kita harus mencintai semua yang ada di dirinya, semua yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengannya.

Jikalau cinta sudah mendatangi kita, jangankan kotoran kambing kotoran sapi pun akan terasa manis seperti coklat. Maka kalau kita mengatakan “Aku cinta Kamu” berarti kita sudah siap menerima dia apa adanya, baik kekurangannya, atau kelebihannya.

Kebanyakan orang tidak sungguh-sungguh mencintai Pasangannya pasti ketika dia mendengar kabar penyakit atau kabar kekurangan pasangannya, pastilah dia akan pergi meninggalkannya, inilah yang di sebut dengan cinta hanya karena Alasan.

Pernah Anda Berfikir.?


Apakah Anda berfikir bahkan bermimpi menjadi orang lain, menjadi burung, pohon, atau apalah, yang penting tidak menjadi diri Anda sendiri.

Kadang aku berfikir untuk menjadi burung yang terbang bebas kemanapun yang dia mau. Melintasi benua, melintasi samudra, dan tidak ada aturan yang mengekang dirinya. Atau menjadi pohon yang terus menerus tumbuh tampa memperdulikan orang lain di sekitarnya. Tapi itu hanya sebatas angan yang tidak mungkin bisa tercapai.

Karena aku sadar, aku di ciptakan di dunia ini dengan cinta Tuhan. Aku di ciptakan di dunia ini bertujuan Mencintai dan di cintai.

Tapi entah mengapa kadang aku merasakan kesunyian yang benar-benar sunyi, kadang aku merasakan tiada teman yang sejati, kadang aku merasakan hampa dunia ini tanpa kau kekasih.

Kematian Tidak Akan Mampu Menghentikan Cinta Sejati

Aku tak pernah mengerti seperti apa itu kematian, tapi setidaknya aku sangat mengerti apa itu kehidupan. Aku Cuma ingin selalu di samping mu, meski ku sadar aku tak akan bisa menjaga janji itu, kamu takkan punya masa depan bersama ku, tapi hidup kamu akan bahagia di saat kau hidup dengan ku.

Kematian tidak akan mampu menghentikan cinta sejati, hanya bisa menundanya sesaat. Tapi setelah itu aku yakin kita akan abadi, karena buat aku kematian itu tidak menakutkan, aku lebih baik mati di esok hari setelah aku menikmati hari ini bersama kamu, dari pada aku hidup abadi tanpa mengenal kamu.

Dan jika Tuhan menghendaki, aku akan terus mencintaimu setelah aku mati. Malam ini aku resmi jatuh cinta sama kamu, semakin aku berusaha mengingkari rasa cinta ini justru semakin kuat aku terjatuh, dan semakin susah untuk bangun lagi.

Minggu, 04 November 2012

Malam Minggu


Aku baru balik dari perjalan ku yang menghasilkan kesenangan, sama kesedihan. Kesenganganya adalah ku bisa jalan-jalan pada malam minggu di kota Jakarta pula, kesediannya adalah jalannya tidak bersama sepasang hatiku yang telah pergi meninggalkan hatiku sendiri tiada ada yang mengisi relung hati ini.

Di saat aku masih dalam perjalanan. Ku melihat dua orang kekasih lagi merajut cinta mereka berdua di atas motor, sambil berpelukan mesrah menikmati suasana Jakarta di Malam hari. Hatiku pengen menangis, pengen merintih, pengen mengulang lagi cerita-cerita kita di malam minggu kemarin. Akan tetapi kamu sudah tiada, ku takkan lagi bisa jalan sama kamu. Ku kan mencoba membuang semua cerita kita dan akan membuka lembaran baru sama cewek yang sekarang aku suka, akan tetapi bayang-bayang hidupmu masih selalu hadir ketika hatiku lagi membutuhkan orang yang bisa memahami diriku ini.

Bayangan senyumanmu menjadi penghalang bagiku tuk mendekati salah satu gadis di kampus ku. Senyumanmu mengisyaratkan ku bawah dirimu selalu ada di sampingku, selalu mengawasiku.
Di setiap diriku pengen mendekati gadis yang saat ini ku sukai, bayanganmu selalu hadir dalam otak dan hatiku membuatku selalu mengurungkan niatku tuk mendekati dirinya. Dia telah mencuri sebagian hati ini, hati yang awal sepenuhnya hanya untuk dirimu sekarang berkurang karena di curi oleh dia.

Malam minggu yang indah, akan tetapi tak seindah dengan hatiku ini. Malam minggu yang cerah tapi tak secerah hati ini. Kenapa ku terjebak dalam dua pilihan yang sungguh sulit bagiku tuk keluar. Dari sisi lain napsuku untuk mencari penggantinya sungguh mengebuh, tapi disisi lain kesabaranku tuk selalu bercumbuh dalam mimpi, merajut kisah kasih kita dalam khayal, masih sangatlah kuat. Apa aku harus hidup dengan cinta palsu.? Cinta yang sekarangpun sudah tidak berada di dunia ini, cinta yang di halangi dengan batu nisan.? Oh Tuhan, pilihan yang sangat sulit bagiku, Akan tetapiku tetap percaya “Rencanamu Pasti Indah Pada Waktunya”.

Hidup


Hidup dan kehidupan adalah kata yang tak bisa terpisahkan di saat kita masih bisa bernafas. Hidup bagaikan air yang terus mengalir, terus berjalan menyusuri lereng bukit hanya untuk sampai di samudra yang luas.

Dalam kehidupan itu sudah pasti ada tangisan, ada canda dan ada tawa. Hidup itu sudah di atur sama yang kuasa, jadi buat apa kita binggung mengatur hidup kita lagi. Tinggal gimana kita mengatur nasib kita, karena ada nasib yang masih bisa dirubah dan ada nasib yang tidak bisa dirubah.

Buat apa kita hidup di dunia ini hanya untuk menyusahkan orang lain, buat apa kita hidup di dunia ini hanya ingin meliat orang susah, buat apa kita hidup di dunia hanya bisa bersenang-senang di atas penderitaan orang lain.

Buatlah hidup ini indah seindah bunga di taman bunga. Buatlah hidup ini lebih manis dari gula, jangan pernah membuat hidup ini asem seperti garam. Buatlah hidup ini bening sebening embun, jangan buat hidup ini keruh sekeruh air Selokan.

Carilah teman satu tapi enak di ajak ngobrol, carilah teman walau hanya satu tapi bisa di ajak tukar pikiran. Mending mencari satu teman ketimbang mencari seribuh musuh. Akan tetapi kita tetap harus siaga karena dalam kehidupan ada teman rela mengorbankan temannya sendiri hanya karena kebagiannya sendiri.

Kita usahkan berteman sama orang yang kita anggap cocok untuk di ajak berteman. Seandainya kita menjadi teman, jadilah teman yang bisa membuat teman itu bahagia. Jangan jadi teman senang melihat temannya kesusahan. Karena karma akan menanti kita di kemudian hari, dan itu pasti sepasti mentari terbit besok hari.

Mendidik Karakter Kepribadian Anak


Pendidikan karakter merupakan hal yang terpenting untuk anak. Kebanyakkan orang tua itu binggung mendidik anaknya bagaimana. Kalau terlalu keras, orang tua berfikir anaknya akan menjadi pribadi yang berkarakter sensitif. Akan tetapi jika terlalu lembek juga orang tua berfikir bahwa anaknya nanti akan menjadi pribadi yang berkarakter manja, dan susah di tegur.

Biasanya kedua hal inilah yang membuat orang tua itu dilema dalam mendidik karakter anak. Cara mengatasi dilema tersebut, Anda harus menyadari bahwa tugas dari orang tua hanya mendidik anaknya.

Mendidik tidak hanya memberikan pelajaran atau ilmu pengetahuan kepada anak, akan tetapi kita sebagai orang tua harus bisa mengarahkannya atau mengajarkan bagaimana cara menempatkan dirinya di lingkungan masyarakat sehingga terbentuk karakter kepribadian yang kuat didalam dirinya.

Dalam hal ini orang tua harus bekerja lebih extra lagi, soalnya mendidik kepribadian anak itu susah-susah gampang. Yang terpenting harus konsisten dalam segala hal yang akan kita lakukan terhadap anak, soalnya anak mempunyai senjata yang paling kuat yaitu “Menangis atau Cemberut”. Kalau anak sudah cemberut apalagi menangis kebanyakkan orang tua tidak tegaan melanjutkan semua rencana yang sudah disusun untuk membentuk karakter kepribadian anak.

Intinya kita didik anak kita “Disiplin”. Yups, disiplinlah akar dari semua aspek pendidikan karakter kepribadian anak kita. Dengan di ajarkan disiplin anak kita akan lebih menghargai waktu.

Anak Manja, Dan Cara Mengatasinya


Banyak yang terkaget-kaget begitu saya bilang bahwa saya kuliah ngambil jurusan Sistem Informasi, soalnya kata orang-orang saya pintar melihat karakter orang lain kalau dalam study itu di namakan psikologi.
Dan sesuai permintaan dari salah satu fisitor blog saya untuk mencoba menulis tentang kemanjaan anak-anak baik dari usia 0-10 tahun, dan cara mengatasinya.
Berhubung saya sangat senang bermain dengan anak-anak kecil yang imut-imut kayak saya. Maka saya sedikit-sedikit bisa memahami sifat dan karakter anak.
Menurut saya Anak di bawah 5 Tahun itu kalau masih manja itu wajar, soalnya anak di bawah 5 tahun itu masih dalam proses pembelajaran dalam hal meminta sesuatu. Jadi jangan heran tiap kali dia pengen minum susu misalnya, dia harus menangis dulu, merengek dulu.
Akan tetapi jikalau anak di usia 5 tahun keatas masih menangis, merengek dalam hal meminta sesuatu itu sudah tidak bisa di kategorikan wajar, karena anak di usia itu sudah banyak belajar cara meminta susuatu sejak dia masih balita. Seandainya itu terjadi, maka itu bersumber dari pendidikan orang tua yang salah mendidiknya di usia balita, biasanya di manja-manja pada saat dia balita, sehingga terbawa sampai dia berumur 5 tahun keatas.

Cara mengatasinya :

1.            Kompak
                Ajak bicara anak dan orang-orang di lingkungan sekitar, yaitu kakek, nenek, dan pengasuhnya.
                Tujuannya agar kita bisa mengetahui keinginan anak itu seperti apa kedepannya, dan
                seandainya anak kita ada 2 orang maka kita harus adil terhadap keduanya. Karena faktor utama
                anak manja itu mungkin disebabkan kurangnya perhatian dari orang tua, sehingga dia mencoba
                mendapatkan perhatian lagi dari orang tua dengan cara manja.

2.            Kesabaran
                Semua ini menuntut kesabaran penuh kita sebagai orang tua, atau sebagai pengasuhnya.
                selanjutnya kita budayakan program memandirikan anak.

3              Komunikasi.
                Yups, dengan kita menjaga komunikasi kita dengan anak kita otomatis kita bisa mengetahui
                segala sesuatu yang anak tidak mau, dan segala sesuatu yang anak sukai. Dengan komunikasi
                juga kita bisa menjalankan program memandirikan anak contohnya “kakak sudah besar, kalau
                sudah besar tandanya sudah bisa mandi sendiri”.

4.            Konsisten
                Faktor inilah yang paling penting menurut saya. Soalnya biasanya kalau anak sudah
                Menunjukkan wajahnya yang mau nangis, kebanyakkan orang tua menjadi tidak tega
                mendidik anak dengan cara ini. Kalau anak sudah menunjukan kebosanannya atau
                menunjukan wajahnya yang pengen nangis, atau sudah menangis, kita sebagai orang
                tua tinggal mengatakan seperti ini "Semua ini kebutuhan kamu. Kalau kamu tidak mau makan
                sendiri, nanti merasa lapar." Jadi kita sebagai orang tua tetap memberikan dukungan, bukan
                bantuan.
               
5.            Apresiasi
                Ketika anak sudah bisa mencapai target kemandiriannya maka kita berikan dia hadiah, agar
                anak kita merasa bangga dengan dirinya sendiri, anak akan lebih percaya diri dan meyakini
                bahwa dia mampu melakukannya sendiri.

Kelima aspek inilah yang perlu kita terapkan ketika kita mendidik anak kita yang masih manja, yang paling inti adalah konsisten dengan apa yang kita ingin lakukan kepada anak kita. Jangan karena melihat wajahnya yang menunjukan dia pengen menangis terus kita membatalkan semuanya yang sedang kita agendakan.
Perlu di ingat kita menyuruh anak untuk mandiri itu bukan karena kita tidak mau memperdulikan anak kita akan tetapi ini semua demi kebaikannya di kemudian hari, jika dia tetap manja disaat duduk di bangku SMA apa lagi di bangku kuliah yang ada kita sebagai orang tua akan kerepotan menanganinya. Jadi mulailah dari sekarang, jika buaka sekarang kapan lagi kalau tidak di mulai dari sekarang.


Yah, sekian tulisan saya tentang kemanjaan anak-anak di usia 5 tahun keatas, dan cara mengatasinya. Semoga bisa bermanfaat bagi Bapak Ibu yang kerepotan mendidik anak yang manja.
Mungkin di tulisan saya ini banyak kekurangannya, soalnya terus terang saja saya tidak kuliah di jurusan psikologi, akan tetapi saya sangat senang bermain sama anak-anak di usia 13 tahun kebawah. Makanya saya bisa mempelajari karakter dari anak.

Phone Sexs

Saat ini para bujangan mencari kenikmatan sexs bisa lewat phone, dan ini bisa membantu setidaknya bagi para pemalu untuk mengutarakan cintanya atau yang tidak punya kekasih untuk merasakan sensasi sexs itu walaupun hanya melalui via teknologi. Misalnya dari call video lewat FB, Call Video lewat YM atau hanya sekedar mendengarkan suara melalu HP.

Cara ini bisa membantu kita yang mungkin sekarang lagi pacaran jarak jauh, yang mungkin sudah lama tidak ketemu. Dengan cara ini bisa mengkhayal lagi merajut kasih sama pasangan kita, sama orang yang lagi nelfon kita. Apalagi kalau di campur dengan bisikan rayuan si cewek atau Istri, biasanya Suami atau cowok itu cepat terpancing loh emosi Sexsnya.